Momen transaksi atau take over burung Cucak Ijo berprestasi langsung di lapangan gantangan Kalipare.
Proses Take Over & Prestasi: Burung Cucak Ijo ini di-take over dari Mas Rio asal Sidoarjo. Pembelian dilakukan setelah memantau langsung kinerjanya di lapangan, di mana burung tersebut langsung sukses meraih koncer A dan koncer B. Nominal harga tidak disebutkan secara spesifik karena merupakan "harga persahabatan".
Karakteristik & Ciri Fisik: Pembeli menduga Cucak Ijo ini merupakan jenis asal Banyuwangi jika dilihat dari warna dan penampilannya. Burung ini memiliki paruh berwarna blorok dan baru diturunkan sebanyak dua kali ke lapangan setelah selesai masa mabung (ngurak).
Materi Lagu & Performa: Keunggulan utama burung ini terletak pada materi lagunya yang mewah dengan speed rapat serta roll tembak yang menyambung dari awal hingga akhir penilaian. Variasi isian yang paling menonjol dan dibawakan saat lomba adalah suara gereja tarung, Cililin, dan siri-siri, didukung dengan power suara yang bagus.
Pola Rawatan Awal (dari pemilik lama): Setelan harian dari Mas Rio sangat sederhana, yaitu pakan jangkrik 2 pagi dan 2 sore. Burung dibiarkan mandi sendiri secara sukarela, kesehariannya wajib dikerodong, dan dalam satu minggu hanya boleh dilombakan atau digantang sebanyak satu kali saja.
Rencana Rawatan Baru: Pemilik baru berencana mempertahankan pola dasar yang sudah ada karena burung sudah terbukti bagus, namun ia akan sedikit mengubah atau menyesuaikan jadwal serta metode mandinya. Untuk menjaga materinya di rumah, burung ini akan ditempel dengan masteran hidup yang sudah dimiliki seperti jangkrik jungkring, Cililin, dan empat burung gereja tarung mewah.
Sumber : @KicauJawara