Kisah sukses Mas Irfan, seorang kicaumania asal Lumajang (Komunitas Jamtrok Mania), yang berhasil mengorbitkan burung Cucak Ijo bernama "Semeru" dari kondisi bahan rumahan hingga menjadi jawara di berbagai gantangan.
Asal-Usul & Proses Pengondisian: Burung ini dibeli dari kios burung seharga Rp900.000 dalam kondisi bahan yang belum berbunyi, sering menggembungkan bulu, melet, serta tidak memiliki mental tarung sama sekali. Mas Irfan melatih mentalnya dengan cara terus-menerus dibawa ke arena gantangan selama sekitar 8 bulan hingga mental tarungnya matang dan performanya stabil.
Eksperimen Settingan Harian: Mas Irfan melakukan bongkar pasang perawatan (mulai dari menjemur kencang hingga mengubah porsi jangkrik dari 1 hingga 5 ekor). Saat ini, settingan harian standarnya adalah 3 ekor jangkrik pagi dan 3 ekor sore. Jika kondisi fisik burung terlihat kendor saat dilombakan, porsi dinaikkan menjadi 4 pagi/4 sore. Sebaliknya, jika burung terlalu birahi, porsi diturunkan menjadi 2 pagi/2 sore.
Pemberian Kroto dan Ekstra Fooding (EF): Jika burung tampak lemas menjelang lomba, ia diberikan 10 butir kroto pada malam H-1. Namun, jika kroto tidak tersedia, porsi jangkrik dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 8 ekor sore untuk mendongkrak energinya.
Manajemen Pakan Buah: Menu buah diberikan secara selang-seling. Setelah lomba burung diberikan pepaya selama satu hari, lalu beralih ke pisang untuk harian. Pada H-1 lomba, burung idealnya diberikan buah apel jika tersedia, atau tetap menggunakan pisang.
Mitos Fisik vs Keseimbangan Emosi: Mas Irfan sempat mengganti sangkar berkali-kali (dari sangkar kotak gepeng hingga sangkar bulat Lovebird) dan mengubah ukuran tangkringan karena burungnya bertingkah nakal (naik-turun tangkringan dan tidak mau tenang/nagen). Hasil kesimpulannya: burung yang tidak mau nagen bukan disebabkan oleh bentuk sangkar atau ukuran tangkringan, melainkan karena racikan birahi dan emosinya yang belum seimbang. Jika birahi dan emosinya pas, burung akan otomatis nagen di sangkar manapun.
Karakter Cucak Ijo Semeru: Berdasarkan pengalamannya merawat ratusan Cucak Ijo sejak tahun 2012, Mas Irfan menilai Cucak Ijo asli Lereng Semeru memiliki keunggulan pada volume suara yang tembus, membawakan lagu dengan roll panjang, serta memiliki postur bodi yang besar.