Tips konsistensi dan perawatan untuk burung Cucak Ijo miliknya yang bernama "Kapten" agar tetap stabil di arena lomba.
Pola Rawatan Harian & Stabilisasi: Rawatan harian Kapten menggunakan setelan jangkrik minimalis (3 pagi dan 3 sore). Pemiliknya tidak pernah menggunakan ulat hongkong atau kroto untuk Cucak Ijo miliknya karena berisiko membuat bulu gampang rontok. Kunci utama stabilitas suhunya adalah mandi dua kali sehari (pagi dan sore) karena karakter Cucak Ijo cenderung memiliki suhu tubuh yang panas.
Penggunaan Buah & Timun: Variasi buah harian diganti-ganti antara pepaya dan pir. Khusus untuk meredam birahi berlebih, menstabilkan burung, dan sebelum dibawa ke lapangan/lomba, beliau selalu memberikan buah timun.
Kriteria Fisik Cucak Ijo Prospek: Menurut pengalamannya, Cucak Ijo yang bagus memiliki ciri fisik:
Paruh tebal: Agar suara lagu yang dikeluarkan terdengar lebih tajam.
Postur tubuh sedang (medium): Tidak terlalu besar (kurang hiper) dan tidak terlalu pendek (terlalu hiper sehingga lagu kurang).
Kaki panjang: Memberikan cengkeraman yang lebih kuat pada tangkringan saat beraksi.
Tangkringan: Disarankan menggunakan bahan kayu asem karena teksturnya pas dan tidak terlalu keras untuk kaki Cucak Ijo.
Gaya Tarung: Penilaian Cucak Ijo yang maksimal di arena adalah kombinasi antara gaya ngentrok (buka sayap dan jambret) yang nagen serta kemampuan membongkar variasi lagu yang panjang dan tidak monoton.
Sumber : @KicauJawara