Kisah Mas Angga (seorang Single Fighter) yang sukses memulihkan dan merawat seekor burung Cucak Ijo bernama "Ketut". Burung ini awalnya adalah milik ayahnya di daerah Nongkojajar dan berada dalam kondisi yang sama sekali tidak terawat. Setelah dibawa oleh Mas Angga ke Malang, burung tersebut dipoles hingga berhasil menorehkan prestasi di arena lomba.
Karakteristik & Asal Burung: Cucak Ijo "Ketut" merupakan jenis burung yang berasal dari pulau Kalimantan. Mas Angga sudah merawat burung ini selama 2 tahun. Ketika berada di rumah, Ketut cenderung tenang dan tidak terlalu banyak berkicau, namun energinya langsung keluar saat berada di lapangan lomba.
Pola Rawatan Harian: Mas Angga menerapkan settingan harian yang konsisten, yaitu pemberian jangkrik 3 ekor pada pagi hari dan 3 ekor pada malam hari. Burung ini memiliki rutinitas unik berupa mandi malam. Keunikan lainnya adalah burung Ketut tidak pernah dikerodong saat berada di rumah.
Intensitas Lomba & Ciri Siap Tarung: Burung ini biasanya digantang satu minggu sekali, atau satu minggu dua kali jika kondisinya sedang benar-benar prima. Ciri khas utama ketika Ketut berada dalam kondisi siap tempur dan mau bekerja bagus adalah bulunya yang langsung njegrik (berdiri) sejak masih berada di bawah/sebelum naik gantangan.
Materi Isian & Prestasi: Untuk masteran di rumah, Mas Angga mengandalkan suara audio (MP3) yang memuat isian mewah seperti Cililin, kapas tembak, cucak jenggot, gereja tarung, dan konin. Berkat materi tersebut, Ketut sempat menorehkan prestasi gemilang dengan mencetak kemenangan hattrick (juara 1 sebanyak tiga kali) di Mojosari sebelum sempat mengalami masa rewel.
Sumber : @kicauJawara